SIKSA KUBUR



      
  DAHSYATNYA KEMATIAN DAN  SEBAB MENANGISNYA UTSMAN BIN AFFAN. RA

      Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati ,dan Allah SWT  menguji umat manusia dengan perintah dan larangan dengan kebaikan dan keburukan karna manusia di beri anugerah berupa akal dan rasa juga nafsu atau keinginan  manusia sempurna adalah yang mampu mengunakan akal dan rasa juga keinginanya untuk memperoleh ridho dari Allah SWT tentunya semua itu tidak akan dapat di raih kecuali manusia mau mengunakan panduan sang penciptanya


      Di kisahkan bahwasanya Utsman RA , apabila dia melewati  sebuah kubur ,maka di berhenti seraya menangis sehingga basah janggutnya ,maka dia di tegur “ wahai Amirul mu’minin “engkau ingat akan surga ,neraka dan kengerian- kengerian hari kiamat engkau tidak menangis ,tetapi engkau ingat akan kubur engkau mengapa malah menangis ?
Maka jawab Utsman RA, bahwa Nabi SAW  pernah bersabda  “kubur adalah persingahan pertama di antara persingahan-persingahan  akhirat ,dan persingahan terakhir di antara persingahan-persingahan dunia barang siapa selamat daripadanya ,maka berikutnya akan lebih mudah ,dan jika tidak selamat dari padanya maka berikutnya akan lebih berat
القبرُاولُ منزلٍ من منازلِ الاخرةِ واخرمنزلٍ من مناازل النيا فمن نجا منه فما بعده ايسرُ وان لمْ َينْجَ منه فما بعده أشدُّ                                                                              
Dan Utsman RA berkata pula “jika aku di neraka ,maka aku bersama orang-orang (tidak sendirian) dan jika aku di hari kiamat ,maka aku bersama orang-orang ,tapi jika aku dalam kubur maka tidak seorangpun yang meyertaiku .oleh sebab itu aku menangis